Minggu, 16 Oktober 2011

Kisah sedih ibu dan anak

Ditepi hutan yg amat terpencil hiduplah seorang ibu dan anak. Mereka hidup dari mencari makanan dari hutan yg luas itu. Suatu ketika sang ibu sakit. Karena sedih melihat ibu nya menderita karena sakit, sang anak memutuskan untuk mencari pertolongan walaupun sang ibu melarang dia untuk pergi.

Setelah setengah hari berjalan, dia melihat sebuah desa petani. Dia lalu menceritakan maksud kedatangannya kepada seorang petani yang ia temui. Si petani berkata bahwa dia tidak tau cara menyembuhkan sang ibu, tetapi dia tau seseorang yg bisa menyembuhkan sang ibu. Setelah mengetahui itu, sang anak bergegas ke kota untuk menemui penyembuh yang diceritakan si petani.

Sesampainya dikota, sang anak berhasil menemui si penyembuh. Si penyembuh menganguk saat mengetahui seluruh maksud kedatangan sang anak. Dengan sigap dia mengambil sebuah kantong dari lemarinya. Sambil mengeluarkan jampi-jampi sang penyembuh menaburkan bubuk di atas kepala sang anak. Rasa terbakar langsung menjelajahi tubuh sang anak dan akhirnya dia berteriak lalu perlahan tubuhnya hancur terbakar.

Sang ibu yg menunggu anaknya dari pagi sampai malam masih mengawasi jendela rumahnya. Tiba-tiba ada yang membuka pintunya. Ada lima penyembuh dan delapan kesatria. Seluruh kesatria itu tanpa aba-aba langsung menghunuskan pedangnya kepada sang ibu. Karena ukuran para kesatria seperempat lebih kecil, sang ibu dengan mudahnya melempar satu persatu kesatria ke udara. Para penyembuh menari-nari dan melempar bubuk ke sekitar sang ibu juga menyebut jampi2. Cahaya merah merambat dari sekitar sang ibu dan mengekang gerakannya. Tubuhnya yg masih sakit memaksa sang ibu untuk akhirnya menyerah dan menghembuskan nafas terakhirnya. Tamat.

Jumat, 17 Juni 2011

Mau kemana blog ini

Saya mau mengisi blog ini dengan jurnal kehidupan saya setiap hari di dunia mimpi.

Okeh, saat nya tidur...